
Ketika wisatawan mendengar kata Canggu, hal pertama yang sering terlintas adalah ombaknya yang konsisten dan cocok untuk surfing. Tak heran jika kawasan ini dikenal sebagai salah satu tujuan favorit para peselancar, baik pemula maupun profesional. Namun, aktivitas di pantai seperti surfing bisa terganggu jika kondisi lingkungan tidak terjaga. Sampah yang berserakan di pasir atau terbawa arus ke laut bukan hanya merusak pemandangan, tapi juga membahayakan aktivitas di air. Karena itu, menjaga kebersihan pantai di Canggu atau acara Beach Cleaning bukan hanya urusan petugas atau komunitas tertentu saja, melainkan tanggung jawab bersama: pelaku usaha, warga lokal, hingga para pengunjung yang datang menikmati keindahannya.

Seperti yang telah diulas dalam artikel sebelumnya, program Beach Clean-Up Canggu merupakan inisiatif yang digagas oleh Bendesa Adat Canggu, I Wayan Suarsana, sejak tahun 2020. Kegiatan ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi pantai yang semakin padat aktivitas, namun rentan terhadap permasalahan sampah—baik yang berasal dari pengunjung, aktivitas bisnis, maupun kiriman dari laut.
Beach clean-up ini rutin dilaksanakan setiap bulan, biasanya menjelang akhir bulan, dan berlokasi di dua pantai utama yang menjadi ikon Canggu: Pantai Batu Bolong dan Pantai Batu Mejan. Kegiatan dimulai pukul 07.00 WITA, diawali dengan berkumpul bersama, lalu dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih selama kurang lebih 45 menit hingga satu jam.

Kegiatan beach cleaning di Canggu melibatkan berbagai pelaku usaha lokal yang berada di sekitar wilayah Desa Adat Canggu. Partisipasi mereka menjadi bukti nyata bahwa menjaga kebersihan pantai adalah tanggung jawab bersama. Dalam program ini, para pelaku usaha turut ambil bagian sebagai penanggung jawab kegiatan secara bergilir, mendampingi warga dan komunitas dalam aksi bersih-bersih pantai.
Beberapa usaha yang terlibat dalam program ini antara lain Desa Kitsune, Labrisa, AT06 Canggu, The Anna Villa, Luigi's Hot Pizza, Hotel Tugu Bali, Deus, Ametis Villa, Aston Canggu, M.Mason Bar & Grill, Alex Villa Team, The Bench Sports Bar, Eastin Ashta, Como Uma Canggu, The Surf Motel, Kirana Canggu, Holiday Inn Canggu, The Lawn Canggu, Zin Canggu, dan frii Canggu. Selain itu, Desa Adat Canggu sendiri juga secara aktif terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Kolaborasi ini menunjukkan kekuatan keterlibatan komunitas dalam menjaga lingkungan. Dengan gotong royong dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, kegiatan beach cleaning tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan budaya bersama di Canggu.
Kegiatan beach cleaning bulanan kini telah menjadi salah satu program utama yang dijalankan oleh Desa Adat Canggu. Lebih dari sekadar agenda bersih-bersih, kegiatan ini telah berkembang menjadi sebuah tradisi yang dilaksanakan secara konsisten dari tahun ke tahun.
Tujuan utama dari program ini adalah untuk menjaga kelestarian pantai yang menjadi ikon dan daya tarik utama wilayah Canggu sebagai destinasi wisata. Pantai yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan bagi wisatawan, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab komunitas lokal terhadap lingkungannya. Kebersihan pantai berkontribusi langsung terhadap kualitas pengalaman wisata, keberlangsungan ekosistem laut, dan citra positif Canggu di mata dunia.
Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun disiplin. Dengan melibatkan pelaku usaha, dan masyarakat lokal, program ini menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Partisipasi rutin dari berbagai elemen menunjukkan bahwa Canggu tidak hanya tumbuh sebagai kawasan pariwisata, tetapi juga sebagai komunitas yang sadar dan peduli terhadap lingkungan.

Menjaga kebersihan pantai secara konsisten bukanlah tugas yang mudah. Salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam pelaksanaan program beach cleaning di Canggu adalah menyamakan persepsi antar berbagai pihak tentang pentingnya merawat pantai secara bersama-sama. Namun di luar itu, tantangan terbesar justru datang dari alam itu sendiri. Setiap musim hujan, Pantai Canggu kerap mengalami fenomena sampah kiriman, sampah dari daerah hulu yang terbawa arus sungai dan bermuara di laut, lalu terdampar di sepanjang garis pantai. Situasi ini bisa membuat pantai tampak sangat kotor dalam waktu singkat. Sementara itu, kegiatan beach cleaning rutin hanya dilakukan sekali sebulan, biasanya di akhir bulan. Kondisi ini seringkali tidak selaras dengan momen datangnya sampah kiriman, sehingga pantai sempat terlihat kotor sebelum jadwal bersih-bersih berikutnya tiba.
Program beach cleaning ini diharapkan tidak hanya bertahan dalam kepemimpinan saat ini, tetapi juga terus berlanjut di bawah bendesa adat yang akan datang. Harapannya, kegiatan ini menjadi warisan budaya komunitas yang mampu menumbuhkan kesadaran akan kebersihan, tidak hanya untuk lingkungan bersama seperti pantai, tetapi juga untuk lingkungan pribadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjaga tradisi ini, Canggu tidak hanya menjaga pantainya tetap bersih, tetapi juga menjaga nilai kebersamaan, tanggung jawab sosial, dan kedisiplinan yang menjadi bagian penting dari identitas lokal.
Program Beach Cleaning di Canggu bukan hanya tentang membersihkan sampah, tetapi tentang merawat identitas, menjaga warisan, dan memperkuat semangat kebersamaan. Di tengah arus pariwisata yang terus berkembang, Desa Adat Canggu menunjukkan bahwa pertumbuhan dapat berjalan berdampingan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan keterlibatan warga, pelaku usaha, dan komunitas secara konsisten, kegiatan ini telah tumbuh menjadi tradisi yang memperkuat nilai gotong royong. Meski dihadapkan pada tantangan alam dan kesenjangan waktu pelaksanaan, semangat untuk terus menjaga kebersihan pantai tak pernah padam. Bahkan, harapan ke depan semakin besar agar gerakan ini tidak hanya berlanjut, tetapi juga menginspirasi bentuk kepedulian lingkungan lain dalam kehidupan sehari-hari.
Canggu telah membuktikan bahwa kolaborasi bisa menjadi kekuatan. Dan selama semangat ini terus dijaga, pantai Canggu akan tetap menjadi tempat yang layak dinikmati—bersih, indah, dan penuh makna.