
Canggu, Bali — Upaya meningkatkan standar keselamatan pantai di kawasan wisata Canggu terus dilakukan melalui berbagai program pengembangan sumber daya manusia. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Lifeguard BUPDA Canggu bersama BALAWISTA Badung yang sukses diselenggarakan pada 5–7 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 31 peserta yang mendapatkan pelatihan intensif mengenai teknik penyelamatan air, ketahanan fisik, hingga simulasi penyelamatan di laut terbuka.
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan pantai yang aman, profesional, dan siap menghadapi meningkatnya aktivitas wisata di wilayah Canggu, yang dikenal sebagai salah satu destinasi surfing dan pariwisata paling aktif di Bali.
Seiring meningkatnya jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Canggu setiap tahun, kebutuhan akan tenaga lifeguard yang terlatih menjadi semakin penting. Aktivitas surfing, berenang, hingga rekreasi pantai membutuhkan sistem keselamatan yang kuat untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut.
Melalui kolaborasi antara BUPDA Canggu dan BALAWISTA Badung, pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi penjaga pantai sekaligus memperkuat koordinasi antar tim penyelamat di kawasan pesisir.
Tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, pelatihan juga menanamkan nilai profesionalisme, tanggung jawab, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan pantai.

hari pertama di kolam renang Gumuh Sari
Kegiatan pelatihan diawali di Kolam Renang Gumuh Sari, yang menjadi lokasi ideal untuk pembelajaran teknik dasar sebelum peserta menghadapi kondisi laut yang sebenarnya.
Pada sesi ini, peserta mendapatkan materi mengenai:
Instruktur dari BALAWISTA Badung memberikan pembinaan secara langsung dengan pendekatan praktik intensif. Lingkungan kolam memungkinkan peserta memahami teknik secara detail sekaligus memperbaiki kesalahan gerakan sebelum masuk ke tahap simulasi laut.
Pelatihan fisik juga menjadi fokus utama, karena seorang lifeguard dituntut memiliki stamina tinggi dan kemampuan mengambil keputusan cepat dalam kondisi tekanan tinggi.

Simulasi pemberian pertolongan pertama kepada korban
Memasuki hari kedua dan ketiga, pelatihan dilanjutkan di Pantai Batu Bolong dan Pantai Nelayan, dua titik pantai dengan aktivitas wisata dan surfing yang tinggi di kawasan Canggu.
Pada tahap ini, peserta menjalani simulasi penyelamatan nyata yang meliputi:
Simulasi dilakukan dengan berbagai skenario kondisi darurat untuk melatih respons cepat peserta. Para instruktur menekankan bahwa keberhasilan penyelamatan tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga kerja sama tim yang solid.
Peserta juga diajarkan pendekatan preventif, yaitu bagaimana mengedukasi pengunjung pantai serta mengidentifikasi potensi bahaya sebelum insiden terjadi. Pendekatan ini menjadi standar penting dalam sistem lifeguard modern di destinasi wisata dunia.

Pelatihan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara lembaga lokal dan organisasi penyelamatan profesional. BUPDA Canggu sebagai pengelola unit usaha desa adat memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan kawasan wisata, sementara BALAWISTA Badung menghadirkan pengalaman serta standar profesional dalam bidang penyelamatan pantai.
Kegiatan ini turut didukung oleh Desa Adat Canggu serta Canggu Surf Instructor (CSI) sebagai bagian dari ekosistem pariwisata yang berperan langsung dalam aktivitas pantai sehari-hari.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi contoh nyata bagaimana keselamatan wisata dapat dibangun melalui kerja sama komunitas, lembaga adat, dan organisasi profesional.

Pengecekan Tensi Gratis oleh salah satu sponsor ( Asta Medical Center)
Kesuksesan pelatihan lifeguard tahun 2026 juga tidak terlepas dari dukungan berbagai sponsor yang berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan, yaitu:
Revolver, De Morelos Mexicana, Old Man’s, The Bench Sport Bar, Ametis Villa, Manta Grill, Sand Bar, LV8 Hotel, Banana Boat, Masonry Canggu, La Brisa, Pocari Sweat, Asta Medical Center, Canggu Surf Memory, Uma Como, Deus, dan Bank BNI.
Partisipasi dunia usaha menunjukkan bahwa keselamatan pantai merupakan tanggung jawab bersama seluruh pelaku pariwisata. Lingkungan pantai yang aman memberikan dampak positif terhadap kenyamanan wisatawan sekaligus keberlanjutan ekonomi lokal.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal pembinaan berkelanjutan bagi lifeguard di kawasan Canggu. Dengan pelatihan rutin dan peningkatan kapasitas, standar keselamatan pantai dapat terus berkembang mengikuti dinamika pariwisata global.
Keberadaan lifeguard yang terlatih bukan hanya berfungsi sebagai penyelamat saat darurat, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam edukasi keselamatan kepada masyarakat dan wisatawan.
Melalui kegiatan ini, BUPDA Canggu bersama seluruh pihak terkait berkomitmen untuk terus menghadirkan pantai yang aman, tertib, dan profesional. Keselamatan menjadi fondasi penting dalam menjaga reputasi Canggu sebagai destinasi wisata kelas dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga bertanggung jawab terhadap pengunjungnya.