Pemelaspasan Pertokoan BUPDA Desa Adat Canggu Phase ke 2 : Mengawali Harmoni di Rabu, 13 November 2024

November 25, 2024

Dalam upaya menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan pelestarian nilai-nilai adat, BUPDA Desa Adat Canggu telah mengadakan upacara Pemelaspasan Pertokoan Phase ke 2 untuk pertokoan baru pada Rabu, 13 November 2024. Upacara Pemelaspasan Pertokoan BUPDA Canggu ini dilakukan untuk mensucikan 8 ruko yang baru jadi agar mendatangkan rezeki lebih banyak untuk penyewa ruko, karyawan ruko, BUPDA Canggu, maupun . Dengan dilangsungkan upacara Pemelaspasan Pertokoan BUPDA Canggu Phase ke 2 menjadi langkah penting dalam memulai operasional fasilitas baru dengan restu dari alam semesta, para leluhur, dan Tuhan Yang Maha Esa. 

Makna Upcara Pemelaspasan Pertokoan BUPDA Canggu Phase ke 2

Pemelaspasan / Melaspas adalah upacara pembersihan dan penyucian bangunan yang baru selesai dibangun atau baru ditempati lagi, seperti rumah, kantor, toko dan lain sebagainya. Kata melaspas berasal dari bahasa Bali yang terdiri atas dua kata yakni Mlas dan Pas. Mlas artinya pemisah dan Pas artinya cocok. Dari kedua rangkaian kata tersebut, melaspas berarti pembuatan bangunan biasanya terbuat dari dua unsur, yakni kayu dan batu dan apabila disatukan akan berbentuk bangunan cocok dan sangat layak untuk ditempati dan ditinggali. 

Pemelaspasan mengandung makna mendalam yang mencerminkan nilai-nilai spiritual masyarakat Bali. Upacara ini melibatkan berbagai elemen seperti banten, mantram, dan doa-doa suci yang dipimpin oleh seorang pemangku. Seluruh prosesi dilakukan dengan penuh keseriusan dan rasa hormat, karena diyakini bahwa keseimbangan antara alam, manusia, dan Tuhan adalah kunci untuk mencapai kedamaian dan kemakmuran. 

Melalui ritual ini, diharapkan Pertokoan BUPDA Canggu tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga membawa keberkahan dan kenyamanan bagi seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemilik usaha, karyawan, dan pelanggan.

Rangkaian Persiapan Upacara Pemelaspasan Pertokoan BUPDA Canggu Phase ke 2

Persiapan untuk upacara Pemelaspasan dimulai dengan berbagai tahapan yang penuh perhatian. Setiap elemen dalam upacara memiliki makna simbolis yang penting untuk memastikan bahwa proses penyucian dan pemberkahan berjalan dengan lancar. Berikut adalah rincian persiapan yang dilakukan:

  1. Pembersihan Toko Sebelum upacara dimulai, seluruh area toko dibersihkan dengan seksama. Pembersihan ini bukan hanya fisik, tetapi juga simbolis untuk menghilangkan energi negatif dan mempersiapkan ruang bagi energi positif yang akan mengalir. Aktivitas ini melibatkan masyarakat sekitar yang ikut bergotong-royong membersihkan setiap sudut toko.
  2. Persiapan Penepatan Banten dan Caru
    Sebagai bagian dari prosesi, banten dan caru disiapkan dengan penuh ketelitian. Banten adalah persembahan suci yang disusun sebagai persembahan kepada Tuhan dan roh leluhur, sementara caru adalah persembahan suci yang digunakan untuk penyucian dan menjaga keseimbangan alam. Penempatan banten dan caru ini memiliki aturan yang sangat spesifik, yang disesuaikan dengan arah dan tujuan upacara.
  3. Pengaturan Prasita Biukaon
    Prasita Biukaon adalah bagian penting dalam upacara yang berfungsi untuk menyucikan area tersebut. Pengaturan prasita biukaon memastikan bahwa setiap sudut toko terjaga dari segala bentuk energi negatif dan diberkahi dengan energi positif. Ini adalah bagian dari ritual yang mendalam, di mana setiap elemen alam berperan dalam keberhasilan upacara.

Rangkaian Upacara Pemelaspasan Pertokoan BUPDA Canggu Phase ke 2

Rangkaian upacara Pemelaspasan ini terdiri dari beberapa tahap yang saling terkait dan penuh makna. Di bawah ini adalah urutan lengkap dari upacara yang berlangsung di pertokoan BUPDA Desa Adat Canggu:

  1. Ngaturan Banten Pemelaspasan
    Proses pertama dimulai dengan ngaturan banten pemelaspasan, di mana banten yang telah dipersiapkan diletakkan di tempat yang telah ditentukan. Banten ini merupakan simbol persembahan kepada Tuhan untuk memohon agar bangunan yang baru ini dilimpahi berkah dan kemakmuran. Setiap komponen dalam banten memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan tujuan penyucian dan keberkahan.
  2. Ngaturang Tirta di Sekitar Area Pemelaspasan/Ruko
    Tirta atau air suci kemudian dituangkan ke seluruh area toko, termasuk di sekitar pintu masuk dan ruang utama. Air suci ini dipercaya dapat membersihkan dan memurnikan area dari segala bentuk pengaruh buruk. Proses ini juga memiliki tujuan untuk memastikan bahwa seluruh ruangan dan lingkungan di sekitar toko dapat membawa energi positif yang melimpah.
  3. Peletakan Batu Pertama
    Setelah rangkaian doa dan penyucian, momen penting lainnya dalam upacara ini adalah peletakan batu pertama. Batu pertama ini memiliki makna simbolis sebagai awal dari pembangunan yang diberkahi. peletakan batu pertama di lakukan oleh Bandesa Desa Adat canggu yaitu I Wayan Suarsana. peletakan batu pertama ini sebagai tanda bahwa toko tersebut akan menjadi tempat yang membawa kebaikan dan kemakmuran bagi semua pihak yang terlibat.
  4. Ngaturang Caru
    Sebagai penutup dari prosesi utama, ngaturang caru dilakukan dengan menyajikan berbagai bahan sebagai persembahan kepada para dewa dan roh leluhur. Caru ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan alam dan memastikan bahwa energi yang ada di dalam dan sekitar toko tetap terjaga baik. Prosesi ini menandakan bahwa upacara telah selesai dan toko siap untuk digunakan.

Dampak Positif Bagi Desa

Pembangunan Pertokoan BUPDA Canggu ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat Desa Adat Canggu. Selain membuka peluang usaha baru, pertokoan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi, mempererat hubungan antarwarga, dan mendukung ekonomi lokal. Kehadiran fasilitas ini diyakini akan membantu memperkenalkan produk lokal dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang dimiliki oleh warga sekitar, serta menarik perhatian wisatawan yang datang ke Canggu.

BUPDA Desa Adat Canggu berkomitmen untuk menciptakan suatu sistem ekonomi yang berkelanjutan, yang mengutamakan nilai-nilai kearifan lokal dan menjaga kelestarian alam. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah dengan menciptakan pertokoan yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomis, tetapi juga memperhatikan keseimbangan lingkungan sekitar, dengan menerapkan prinsip-prinsip Tri Hita Karana (harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan).

Dengan adanya pertokoan ini, diharapkan dapat tercipta lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat, yang pada gilirannya akan mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan kualitas hidup warga Desa Adat Canggu. Kehadiran toko-toko yang mendukung produk lokal juga akan memperkenalkan kekayaan budaya dan kerajinan tangan Bali kepada dunia luar.

Penutup

Pemelaspasan ini menjadi awal yang baik untuk langkah besar BUPDA Desa Adat Canggu dalam menghadirkan fasilitas modern yang tetap menghormati akar budaya Bali. Dengan energi positif yang terhimpun melalui upacara ini, diharapkan pertokoan baru ini akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Desa Adat Canggu dan seluruh warganya. Dengan adanya Pemelaspasan ini, BUPDA Desa Adat Canggu berharap dapat mewujudkan harmoni antara kebutuhan ekonomi modern dan pelestarian adat budaya Bali, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Upacara ini tidak hanya menjadi tanda dimulainya operasional toko, tetapi juga sebagai doa untuk masa depan yang lebih cerah, penuh kedamaian, dan keberkahan bagi setiap orang yang terlibat dalam aktivitas di pertokoan ini.

 

crossmenu