
Dalam upaya menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan pelestarian nilai-nilai adat, BUPDA Desa Adat Canggu telah mengadakan upacara Pemelaspasan Pertokoan Phase ke 2 untuk pertokoan baru pada Rabu, 13 November 2024. Upacara Pemelaspasan Pertokoan BUPDA Canggu ini dilakukan untuk mensucikan 8 ruko yang baru jadi agar mendatangkan rezeki lebih banyak untuk penyewa ruko, karyawan ruko, BUPDA Canggu, maupun . Dengan dilangsungkan upacara Pemelaspasan Pertokoan BUPDA Canggu Phase ke 2 menjadi langkah penting dalam memulai operasional fasilitas baru dengan restu dari alam semesta, para leluhur, dan Tuhan Yang Maha Esa.

Pemelaspasan / Melaspas adalah upacara pembersihan dan penyucian bangunan yang baru selesai dibangun atau baru ditempati lagi, seperti rumah, kantor, toko dan lain sebagainya. Kata melaspas berasal dari bahasa Bali yang terdiri atas dua kata yakni Mlas dan Pas. Mlas artinya pemisah dan Pas artinya cocok. Dari kedua rangkaian kata tersebut, melaspas berarti pembuatan bangunan biasanya terbuat dari dua unsur, yakni kayu dan batu dan apabila disatukan akan berbentuk bangunan cocok dan sangat layak untuk ditempati dan ditinggali.
Pemelaspasan mengandung makna mendalam yang mencerminkan nilai-nilai spiritual masyarakat Bali. Upacara ini melibatkan berbagai elemen seperti banten, mantram, dan doa-doa suci yang dipimpin oleh seorang pemangku. Seluruh prosesi dilakukan dengan penuh keseriusan dan rasa hormat, karena diyakini bahwa keseimbangan antara alam, manusia, dan Tuhan adalah kunci untuk mencapai kedamaian dan kemakmuran.
Melalui ritual ini, diharapkan Pertokoan BUPDA Canggu tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga membawa keberkahan dan kenyamanan bagi seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemilik usaha, karyawan, dan pelanggan.
Persiapan untuk upacara Pemelaspasan dimulai dengan berbagai tahapan yang penuh perhatian. Setiap elemen dalam upacara memiliki makna simbolis yang penting untuk memastikan bahwa proses penyucian dan pemberkahan berjalan dengan lancar. Berikut adalah rincian persiapan yang dilakukan:

Rangkaian upacara Pemelaspasan ini terdiri dari beberapa tahap yang saling terkait dan penuh makna. Di bawah ini adalah urutan lengkap dari upacara yang berlangsung di pertokoan BUPDA Desa Adat Canggu:

Pembangunan Pertokoan BUPDA Canggu ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat Desa Adat Canggu. Selain membuka peluang usaha baru, pertokoan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi, mempererat hubungan antarwarga, dan mendukung ekonomi lokal. Kehadiran fasilitas ini diyakini akan membantu memperkenalkan produk lokal dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang dimiliki oleh warga sekitar, serta menarik perhatian wisatawan yang datang ke Canggu.
BUPDA Desa Adat Canggu berkomitmen untuk menciptakan suatu sistem ekonomi yang berkelanjutan, yang mengutamakan nilai-nilai kearifan lokal dan menjaga kelestarian alam. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah dengan menciptakan pertokoan yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomis, tetapi juga memperhatikan keseimbangan lingkungan sekitar, dengan menerapkan prinsip-prinsip Tri Hita Karana (harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan).
Dengan adanya pertokoan ini, diharapkan dapat tercipta lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat, yang pada gilirannya akan mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan kualitas hidup warga Desa Adat Canggu. Kehadiran toko-toko yang mendukung produk lokal juga akan memperkenalkan kekayaan budaya dan kerajinan tangan Bali kepada dunia luar.
Pemelaspasan ini menjadi awal yang baik untuk langkah besar BUPDA Desa Adat Canggu dalam menghadirkan fasilitas modern yang tetap menghormati akar budaya Bali. Dengan energi positif yang terhimpun melalui upacara ini, diharapkan pertokoan baru ini akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Desa Adat Canggu dan seluruh warganya. Dengan adanya Pemelaspasan ini, BUPDA Desa Adat Canggu berharap dapat mewujudkan harmoni antara kebutuhan ekonomi modern dan pelestarian adat budaya Bali, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Upacara ini tidak hanya menjadi tanda dimulainya operasional toko, tetapi juga sebagai doa untuk masa depan yang lebih cerah, penuh kedamaian, dan keberkahan bagi setiap orang yang terlibat dalam aktivitas di pertokoan ini.