
Surfing merupakan olahraga yang dilakukan menggunakan papan selancar dan meluncur di atas gelombang air laut, surfing melibatkan beberapa kegiatan diantaranya mendayung dan berenang. Untuk dapat meluncur diatas papan selancar seorang surfer membutuhkan keseimbangan dan harus mampu beradaptasi dengan gelombang air laut, tidak jarang jika saat melakukan surfing banyak surfer yang terjatuh dari papan selancar sehingga dapat menyebabkan luka akibat terkena batu karang atau hal lainnya, untuk itu tentu perlu bagi para surfer memahami cara menangani cedera akibat surfing baik pencegahannya dan pemulihannya.
Surfing adalah olahraga yang menyenangkan, tetapi juga tidak bebas resiko karena aktivitas fisik dan gelombang air laut yang menantang. Beberapa cedera umum yang sering terjadi dalam surfing meliputi:
Cedera bagian tubuh saat melakukan surfing biasanya terjadi pada bagian punggung, pada tahap tertentu sebagian besar surfer mengalami nyeri bawah punggung atau kekakuan. Sebuah studi Australia tahun 2014 melaporkan bahwa hal ini merupakan cedera selancar dengan peringkat tertinggi, yakni sebesar 23,3%.

Seorang surfer memerlukan keseimbangan yang baik untuk dapat berdiri diatas papan selancar, sehingga tidak jarang surfer akan jatuh tanpa mengetahui didalam air terdapat batu karang yang tajam, hewan laut yang bisa membahayakan atau surfer bisa terbentur dengan papan yang digunakan untuk berselancar. Batu karang, hewan laut yang berbahaya , dan terbentur dengan papan dapat menyebabkan seorang surfer mengalami lecet pada bagian kulit sehingga menyebabkan pendarahan ringan atau bahkan pendarahan berat.
Seorang surfer yang tidak melakukan pemanasan yang baik sebelum melakukan olahraga surfing dapat menyebabkan cedera pada bagian otot atau kram. Kram yang bisa terjadi pada bagian kaki atau tangan, sehingga dapat menyebabkan susah bergerak.
Lebih baik mencegah daripada mengobati, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk terhindar dari cedera saat melakukan surfing:
Persiapan fisik sebelum melakukan olahraga surfing sangat diperlukan, persiapan fisik dapat membuat tubuh menjadi lebih prima dan melancarkan peredaran darah sehingga mampu bertahan dengan situasi dan kondisi saat melakukan surfing. Mempelajari ilmu surfing sebelum terjun langsung ke laut juga sangat penting, terlebih lagi harus mencari instruktur yang kredibel, memahami kondisi ombak, dan mampu memberikan trik-trik yang berguna di lapangan.
Penguasaan teknik yang tepat dapat mengurangi cedera pada bagian tubuh dan kulit, selain itu penguasaan teknik mampu memberikan sebuah keputusan yang tepat ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Contohnya adalah teknik jatuh dari papan selancar yang benar, menguasai teknik tersebut mampu menghindarkan dari luka lecet atau lainnya.
Memahami lingkungan seperti memahami kondisi ombak dan area yang berbahaya atau area yang layak untuk melakukan aktivitas surfing. Memahami cuaca sangat diperlukan sebelum melakukan aktivitas surfing. Cuaca yang buruk akan mempengaruhi kondisi arus laut dan ombak sehingga berbahaya untuk melakukan aktivitas surfing.
Pemulihan dengan langkah yang tepat mampu membuat cedera sembuh dengan cepat dan efektif, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk pemulihan cedera akibat surfing:

RICE merupakan singkatan dari Rest, Ice, Compression dan Elevation sebagai cara melakukan pertolongan pertama untuk menangani awal cedera pada tulang dan sendi, seperti keseleo, terkilir atau memar. RICE dilakukan untuk mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri.
Pergi ke dokter merupakan langkah yang tepat untuk memeriksakan cedera sehingga bisa mendapatkan diagnosis yang tepat dan rekomendasi perawatan yang sesuai. Contohnya luka seperti pendarahan memerlukan tenaga medis untuk dapat memberikan sterilisasi sehingga luka tidak mengalami infeksi, tenaga medis juga mampu menutup luka dengan langkah-langkah yang tepat sehingga pendarahan menjadi terhenti.
Perubahan cuaca bisa memberikan dampak yang tidak baik bagi para surfer, akibatnya bisa mengalami cedera atau terseret arus laut. Kesalahan pemilihan instruktur juga dapat menyebabkan para surfer salah dalam mengambil tindakan, sehingga dapat menyebabkan cedera atau hal lainnya. Instruktur yang tidak diatur juga dapat menyebabkan ketidak seimbangan pemberian harga pasar. Kondisi seperti ini tentu memerlukan sebuah koordinasi dan kolaborasi dengan pihak terkait untuk dapat melindungi para pengunjung pantai terutama yang melakukan aktivitas surfing atau aktivitas kursus surfing. Kolaborasi dan koordinasi yang bisa dilakukan seperti menyediakan penjaga pantai, fasilitas medis, dan seleksi para instruktur surfing.

Kolaborasi dan koordinasi yang sudah dilakukan di beberapa daerah contohnya di Pantai Canggu, Badung, Bali, dimana pemerintah terkait telah menyediakan fasilitas petugas pantai atau lifeguard yang disebut dengan Balawista. Balawista merupakan organisasi kemanusiaan yang bertujuan menciptakan rasa aman bagi wisatawan yang melakukan aktivitas di pantai, di Pantai Canggu Balawista berkolaborasi dengan BUPDA Desa Adat Canggu melalui kelompok yang disebut CSI (Canggu Surf Instructor), CSI merupakan inisiatif dari BUPDA Desa Adat Canggu untuk mampu mengatur dan menyaring para instruktur yang kredibel untuk memberikan kursus surfing kepada pengunjung pantai, menciptakan keseimbangan harga pasar untuk kursus surfing, memberikan pengetahuan mengenai kondisi ombak, pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan, dan area yang aman untuk melakukan surfing berdasarkan tingkat kemahiran pengunjung. Kolaborasi juga menyediakan fasilitas seperti pos penjagaan Balawista dan mobil ambulance untuk membawa pengunjung yang mengalami cedera berat ke klinik lokal.
Cedera umum dalam surfing diantaranya seperti nyeri punggung, lecet kulit, dan kram otot, cedera tersebut dapat dicegah dengan persiapan fisik yang baik, teknik yang benar, dan pemahaman tentang kondisi lingkungan serta cuaca. Penanganan cedera melibatkan metode RICE dan konsultasi medis untuk perawatan yang tepat. Kolaborasi antara penjaga pantai, instruktur, dan fasilitas medis, seperti yang dilakukan di Pantai Canggu, Badung, Bali, sangat penting untuk meningkatkan keselamatan pengunjung dan mendukung surfer dalam mengurangi resiko cedera. Inisiatif seperti Balawista dengan kelompok CSI dari BUPDA Desa Adat Canggu berperan penting dalam menjaga keseimbangan harga pasar, menyediakan penjagaan pantai yang efektif dan instruktur surfing yang kredibel, sehingga menciptakan lingkungan yang terkelola dengan baik bagi para pengunjung.