BUPDA Desa Adat Canggu terus berkomitmen untuk memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Adat Canggu. Salah satu langkah signifikan yang dilakukan adalah melalui pengelolaan Pantai Canggu. Pengelolaan ini sangat strategis karena Pantai Canggu merupakan aset penting yang menjadi daya tarik wisata utama bagi Desa Adat Canggu.

Pentingnya Pantai Canggu Bagi Desa Adat Canggu

Pantai Canggu dikenal sebagai destinasi wisata populer, terutama sebagai spot untuk menikmati matahari terbenam dan surfing, baik untuk pemula, menengah, maupun profesional. Dengan banyaknya aktivitas wisata di Pantai Canggu, banyak masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian mereka pada sektor ini. Oleh karena itu, pengelolaan pantai yang baik menjadi langkah strategis dalam memajukan Desa Adat Canggu.

Dasar Hukum Pengelolaan Pantai Canggu

Hak pengelolaan Pantai Canggu oleh BUPDA Desa Adat Canggu didasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Dalam Perda tersebut, diatur bahwa kewenangan lokal berskala desa adat, termasuk pengelolaan pantai yang berada di wilayahnya (Pasal 25). Dengan dasar hukum yang jelas, Desa Adat memiliki wewenang penuh untuk mengelola dan memanfaatkan potensi wilayahnya.

Bentuk-Bentuk Pengelolaan Pantai Canggu

Dalam mengelola Pantai Canggu, BUPDA Desa Adat Canggu melibatkan masyarakat dan tokoh-tokoh setempat untuk menentukan langkah-langkah yang strategis dan tepat sasaran. Berikut adalah bentuk-bentuk pengelolaannya:

Menjaga Kebersihan Pantai

Kebersihan pantai adalah prioritas utama demi kenyamanan pengunjung. BUPDA menyediakan fasilitas pengumpulan sampah dan menyiapkan petugas kebersihan yang rutin membersihkan pantai. Selain itu, BUPDA juga bekerja sama dengan komunitas lokal untuk mengadakan kegiatan bersih pantai setiap bulan.

BUPDA Desa Adat Canggu telah menyediakan fasilitas pengumpulan sampah di berbagai titik strategis. Tempat-tempat sampah ini dirancang agar mudah diakses oleh pengunjung maupun pedagang, sehingga sampah dapat dibuang dengan benar.

Selain menyediakan fasilitas pengumpulan sampah, BUPDA juga mempekerjakan petugas kebersihan yang bertugas secara rutin untuk membersihkan pantai. Petugas ini melakukan penyisiran sampah setiap hari, termasuk sampah plastik dan organik yang terbawa arus laut atau yang dihasilkan oleh aktivitas wisata.

Kebersihan pantai juga menjadi tanggung jawab bersama antara BUPDA, masyarakat setempat, dan pelaku usaha lokal. BUPDA Desa Adat Canggu bekerja sama dengan komunitas lokal, termasuk perbekel (kepala desa), pelaku usaha, dan organisasi lingkungan, untuk mengadakan program pembersihan pantai secara rutin. Program ini dilakukan setiap bulan dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk sukarelawan yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Penataan Pedagang

Aktivitas wisata yang tinggi di Pantai Canggu memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal, terutama pedagang yang mencari nafkah dengan menjual berbagai barang dan jasa kepada pengunjung pantai. Namun, tanpa penataan yang baik, kehadiran pedagang yang berlebihan dapat mengganggu kenyamanan pengunjung, menyebabkan persaingan yang tidak sehat.

Salah satu langkah awal dalam menata pedagang adalah dengan membatasi jumlah pedagang yang diperbolehkan beroperasi di area Pantai Canggu. Pembatasan ini bertujuan untuk menghindari penumpukan pedagang yang bisa mengganggu kenyamanan pengunjung.

Selain membatasi jumlah pedagang, BUPDA juga mengatur zona atau area tertentu di mana pedagang boleh beroperasi. Setiap pedagang diberikan wilayah yang jelas untuk berjualan sehingga tidak terjadi tumpang tindih atau benturan kepentingan antar pedagang.

Untuk menjaga keseragaman dan memudahkan identifikasi, BUPDA mewajibkan setiap pedagang yang beroperasi di Pantai Canggu untuk mengenakan seragam khusus yang telah disediakan. Seragam ini berfungsi sebagai tanda bahwa pedagang tersebut adalah bagian dari komunitas yang telah terdaftar dan diakui oleh BUPDA.

Pembentukan Canggu Surf Instructor (CSI)

Pembentukan CSI berawal dari keresahan masyarakat lokal dan para instruktur yang telah lama beroperasi di Canggu. Sebelum adanya CSI, banyak instruktur dari luar yang datang dan menawarkan jasanya tanpa memahami kondisi khusus Pantai Canggu, seperti karakteristik ombak, area aman dan berbahaya, serta etika lokal dalam berinteraksi dengan peselancar dan masyarakat. Akibatnya, tidak jarang terjadi kecelakaan, konflik antar instruktur, serta pengalaman buruk yang dialami oleh wisatawan yang mengambil kelas surfing.

Pembentukan CSI diawali dengan proses seleksi dan registrasi bagi para instruktur surfing yang ingin bergabung. Setiap instruktur yang mendaftar harus melalui proses evaluasi untuk memastikan bahwa mereka memiliki kompetensi yang memadai, baik dari segi teknis maupun pengetahuan mengenai Pantai Canggu. Proses ini melibatkan uji keterampilan surfing, penguasaan teknik keselamatan, serta pemahaman terhadap kondisi ombak dan arus di Canggu. Instruktur yang lulus seleksi kemudian diberikan sertifikat resmi, yang menjadi tanda bahwa mereka diakui secara resmi oleh BUPDA dan berhak mengajar di Pantai Canggu.

Salah satu tujuan utama pembentukan CSI adalah untuk mengendalikan jumlah instruktur yang beroperasi di Pantai Canggu. Sebelum adanya CSI, jumlah instruktur yang tidak terkontrol sering kali menimbulkan keramaian dan konflik di area surfing, terutama di titik-titik strategis yang menjadi favorit peselancar. Melalui CSI, BUPDA menetapkan kuota jumlah instruktur yang diperbolehkan untuk beroperasi, berdasarkan kapasitas pantai dan kondisi ombak. Dengan pembatasan ini, persaingan antar instruktur menjadi lebih sehat, dan pengalaman pengunjung pun lebih terjaga.

Pembentukan Canggu Surf Fotografer (CSF)

Sebelum terbentuknya CSF, banyak fotografer yang beroperasi di Pantai Canggu tanpa aturan yang jelas, yang menyebabkan ketidaktertiban dan persaingan tidak sehat. Beberapa fotografer bahkan datang dari luar wilayah Canggu dan mengambil pangsa pasar tanpa memperhatikan norma-norma lokal. Kondisi ini memicu perselisihan antara fotografer lokal dan fotografer pendatang.

Sebelum pembentukan CSF, BUPDA Desa Adat Canggu melakukan serangkaian sosialisasi kepada komunitas lokal, termasuk kepada pemilik warung dan para fotografer yang telah lama beroperasi di Pantai Canggu. Dalam sosialisasi ini, BUPDA mengundang semua pihak untuk berdiskusi mengenai permasalahan yang ada dan mencari solusi bersama. Pendekatan partisipatif ini bertujuan agar kebijakan yang diambil selaras dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat serta tetap menjaga ketertiban dan keadilan bagi semua pihak.

Setelah sosialisasi, dilakukan proses registrasi bagi fotografer yang ingin tergabung dalam CSF. Setiap fotografer diwajibkan mendaftar secara resmi serta pemahaman tentang norma-norma lokal yang berlaku. Fotografer yang teregistrasi akan mendapatkan tanda pengenal resmi yang menandakan bahwa mereka berhak untuk beroperasi di Pantai Canggu. Dengan adanya tanda pengenal ini, para peselancar dan pengunjung lainnya dapat dengan mudah mengenali fotografer resmi di Pantai Canggu.

Dengan adanya CSF, BUPDA menetapkan kuota jumlah fotografer yang boleh beroperasi. Area operasi fotografer ditentukan berdasarkan warung yang diajak kerjasama di Pantai Canggu. agar tidak ada fotografer yang saling berebut lokasi.

Penataan Warung Pantai

Warung-warung di sepanjang Pantai Canggu memainkan peran penting dalam mendukung aktivitas pariwisata dan ekonomi lokal. Warung-warung ini menyediakan berbagai kebutuhan bagi pengunjung, mulai dari makanan dan minuman, perlengkapan surfing, hingga souvenir khas. Sebagai salah satu komponen vital dalam ekosistem Pantai Canggu, penataan warung menjadi salah satu fokus utama BUPDA Desa Adat Canggu dalam pengelolaan pantai. Tujuannya adalah untuk menciptakan suasana pantai yang lebih tertib, nyaman, dan teratur, baik bagi wisatawan maupun bagi para pemilik warung.

Terdapat 37 warung yang beroperasi di bawah pengelolaan BUPDA. BUPDA juga memberikan bantuan dalam pendirian warung agar usaha mereka berjalan efektif dan nyaman bagi pelanggan, serta agar terlihat lebih rapi.

Sebelum melaksanakan penataan, BUPDA mengadakan sosialisasi dan dialog dengan para pemilik warung. Dalam dialog ini, BUPDA menjelaskan pentingnya penataan demi terciptanya lingkungan pantai yang lebih nyaman dan teratur. Pemilik warung diajak untuk berpartisipasi aktif, sehingga penataan dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan semua pihak.

Sinergi dengan Balawista

Dengan tingginya jumlah pengunjung dan aktivitas yang berlangsung, risiko kecelakaan dan musibah tidak bisa diabaikan. Untuk itu, BUPDA Desa Adat Canggu menjalin sinergi dengan Balawista, organisasi penyelamat di pantai, guna memastikan keselamatan dan keamanan pengunjung pantai. Kerja sama ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman serta meningkatkan respons terhadap situasi darurat di pantai.

Salah satu langkah awal dalam sinergi ini adalah penempatan pos Balawista di lokasi strategis di Pantai Canggu. Pos Balawista ini berfungsi sebagai pusat koordinasi dan respons cepat dalam menangani kejadian darurat. Lokasi pos Balawista dipilih berdasarkan area dengan tingkat keramaian pengunjung yang tinggi dan potensi risiko yang signifikan. Penempatan yang strategis memastikan bahwa tim penyelamat dapat memberikan bantuan dengan cepat dan efisien saat dibutuhkan.

Kerja Sama dengan Bali Nusa Medika

Dalam upaya memastikan penanganan medis yang cepat dan efektif di Pantai Canggu, BUPDA Desa Adat Canggu menjalin kerja sama strategis dengan Bali Nusa Medika. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap situasi darurat kesehatan yang mungkin terjadi di pantai.

Salah satu bentuk kerja sama yang paling nyata adalah penyediaan ambulans yang ditempatkan di Pantai Canggu. Keberadaan ambulans di lokasi pantai memastikan bahwa jika terjadi kecelakaan atau kondisi medis darurat, penanganan awal dapat dilakukan dengan segera, dan pasien dapat diangkut ke fasilitas medis terdekat untuk perawatan lebih lanjut tanpa mengalami penundaan yang berisiko.

Kerja Sama dengan Pecalang Setempat

Pecalang, sebagai bagian dari sistem keamanan dan penegakan adat di Bali, memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan di berbagai wilayah, termasuk di pantai-pantai yang menjadi destinasi wisata. BUPDA Desa Adat Canggu menjalin kerja sama erat dengan pecalang setempat untuk memastikan bahwa Pantai Canggu tetap aman, tertib, dan sesuai dengan aturan adat serta peraturan yang berlaku. Kolaborasi ini melibatkan berbagai aspek untuk mendukung pengelolaan pantai yang efektif dan menjaga kenyamanan bagi pengunjung serta masyarakat lokal.

Dampak Pengelolaan Pantai Canggu

Pengelolaan Pantai Canggu telah memberikan dampak positif yang signifikan. Kebersihan dan kerapihan pantai terjaga, suasana pantai menjadi lebih tertib, dan pengunjung merasa lebih nyaman. Hal ini juga mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar pantai, serta menjaga kelestarian budaya dan lingkungan.

Selain itu, pengelolaan yang terstruktur memudahkan BUPDA dalam menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Masyarakat juga memiliki wadah yang jelas untuk menyampaikan masukan dan saran demi kemajuan Pantai Canggu.

Kesimpulan

BUPDA Desa Adat Canggu berkomitmen untuk memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan Pantai Canggu. Dengan dasar hukum yang kuat melalui Perda no 4 tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, BUPDA memiliki hak dan tanggung jawab untuk mengelola aset penting ini. Pengelolaan yang dilakukan mencakup berbagai aspek, seperti menjaga kebersihan pantai, penataan pedagang, pembentukan Canggu Surf Instructor (CSI) dan Canggu Surf Fotografer (CSF), serta penataan warung.

Kolaborasi dengan pecalang, Balawista, Bali Nusa Medika, dan komunitas lokal juga diperkuat untuk memastikan keamanan, ketertiban, serta kenyamanan pengunjung pantai. Dampaknya terlihat dari transformasi positif yang terjadi, seperti kebersihan pantai yang lebih terjaga, suasana yang lebih tertib, serta peningkatan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Pengelolaan ini juga memastikan kelestarian budaya dan lingkungan Pantai Canggu tetap terjaga. Melalui pendekatan ini, Pantai Canggu semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang bersih, tertib, dan teratur.

crossmenu